Translate

Rabu, 25 November 2015

Selamat Hari Guru, Para Pahlawan Tanda Tanda Jasa.

Kado Kecil buat Guruku
                                70 tahun bukan sebuah perjalanan singkat. Beragam peristiwa terangkai meski tidak mudah untuk dilalui. Berbagai rintangan, hambatan, cercaan bahkan hinaan akan diperolehnya. Bisa jadi status sosialnnyapun dimasyarakat masih selalu menempati strata terendah sebagai sebuah profesi. “Guru” demikian sebutan profesi yang diemban. Sebagai salah satu pilar pokok dari keberhasilan proses pencerdasan anak bangsa untuk kemudian menjadi generasi pelanjut. Memang tidak mudah menyandang profesi seorang guru. “Merubah karakter kepribadian siswa tidaklah semudah menyematkan pengetahuan an sich kepada siswa” demikian ungkapan sebagian guru kita. Terkadang persoalan-persoalan perubahan prilaku orang-orang dewasa turut menjadi tanggung jawab dunia pendidikan formal kita. Seperti lupa jika bentukan prilaku seseorang berangkat dari lingkungan keluarga sebagai peletak dasar pendidikan disamping lingkungan masyarakat.
                               Tanpa menafikan itu, guru tetaplah harus menjadikan momentum ulang tahun ke 70 ini sebagai titik balik dari usaha untuk merubah paradigma dan orientasinya. Memang tanggung jawab pendidikan bangsa tidaklah mudah, sehingga dituntut sikap profesionalisme dan peningkatan kompotensi guru perlu mendapat perhatian serius. Tidak salah jika dalam masyarakat kita beragam tuntutan dan keinginan yang harus diwujudkan sebagai sebuah bentuk kekhawatiran akan keselamatan “anak-anak bangsa” untuk dapat menjadi generasi pelanjut. Pilosofi pendidikan sebagai sebuah proses “memanusiakan manusia” tetap menjadi dasar berpijak pelaksanaan pendidikan.
“                               Memacu Profesionalisasi Guru Melalui Peningkatan Kompetensi dan Penegakan Kode Etik” menjadi tidak salah dijadikan tema besar oleh kementerian pendidikan Nasional dalam memperingati hari jadi guru yang ke-67. Pemilihan tema ini sebenarnya menjadi sebuah momentum besar bahwa profesi guru menuntut upaya yang terus menerus terutama dari diri guru itu sendiri,”. Hal ini akan menjadi modal bagi guru dan para praktisi pendidikan untuk dapat memenuhi kekahawatiran-kekhawatiran masyarakat pengguna pendidikan agar tidak terjadi kasus-kasus yang justru jauh dari nilai-nilai pendidikan.Tidak hanya itu, bahwa dari aspek kompotensi guru sebagai tenaga profesional guru tetap harus memegang teguh kode etik guru dalam menjalankan tugas keguruannya. Hal ini diharapkan agar dapat menghindari adanya tindakan-tindakan yang jauh dari nuansa edukatif.

                                                                                                                               Nama: Anggie Aqila Ariadica Dan Tania Adelia K